| PKM |
1.1 Latar Belakang
Sepatu adalah alas
pelindung kaki yang hampir dipakai setiap hari. Saat kuliah, jalan-jalan,
datang ke acara tertentu, dan lainnya. Sepatu seakan sudah tak bisa dipisahkan
begitu saja. Item fashion ini menyempurna penampilan kita. Tapi sayangnya, saat
musim hujan sepatu dapat menjadi basah karena terkena air hujan, sampai
menimbulkan bau tidak sedap. Air hujan yang membasahi sepatu bukanlah air
bersih, melainkan mengandung banyak kotoran. Apalagi kalau kaki sampai terendam
dan tertutup dalam jangka lama. Kuman-kuman dari air kotor di jalan pun dengan mudah
berpindah ke sepatu dan meresap ke kaki. Inilah yang bisa menjadi sumber
penyakit. Apabila tidak segera dibersihkan, hal ini dapat menimbulkan gatal-gatal
dan bau pada kaki. Sehingga efeknya buruk buat kesehatan kulit. Kalau
dibiarkan, bisa menjadi infeksi. Selain infeksi, juga dapat menjadi tempat yang
subur untuk berkembang biaknya jamur. Seperti umum rasa gatal, biasanya di
area-area sekitar talapak kaki, bawah tungkai dan di antara jari-jari dan kuku.
Tentu hal itu sangat mengganggu. Selain mengganggu penciuman, sepatu bau juga
bisa membuatmu tidak percaya diri saat memakainya.
Sebenarnya tidak sulit mengantisipasi masalah tersebut.
Kuncinya hanya menjaga kebersihan dan menjaga kaki supaya tetap kering,
minimalkan dari kelembaban. Secara teratur, bersihkan, angin-anginkan dan
jemur sepatu yang dipakai setiap hari. Pilihan bahannya juga harus cermat.
Jangan hanya mempertimbangkan motif atau warna. Kalau mudah berkeringat atau
mudah basah bila terkena air, cari bahan yang menyerap keringat, hindari bahan
yang tebal. Hindari bahan nilon seperti stocking, tipis tapi tidak menyerap
keringat. Kalau kulit di bagian tubuh yang terbuka membutuhkan kelembaban,
untuk kulit kaki yang tertutup justru sebaliknya. Agar tetap sehat, kondisinya
harus selalu kering. Hindari kelembaban karena basah atau keringat.
Setelah
melakukan penelitian ini, harapan kami yaitu kami dapat menciptakan sepatu
tahan akan air, yaitu dengan cara melapisinya dengan plastik. Plastik tersebut
tidak dari plastik bahan kimia, melainkan plastik yang ramah akan lingkungan.
Yaitu dengan memanfaatkan zat kitin dan zat kitosan yang terdapat pada cangkang
kepiting. Kami memanfaatkan zat tersebut sebagai pelapis sepatu agar tahan akan
air, agar dapat di gunankan dengan nyaman walaupun di saat musim hujan dan
tidak membuat kaki menjadi kotor dan bau akibat basah dan lembabnya sepatu
karena hujan.
1.2 Rumusan Masalahkan
Berdasarkan
latar belakang di atas masalah yang
akan di bahas adalah bagaimana cara
pemanfaatan dari zat kitin dan kitosan pada cangkang kepiting untuk dijadikan
plastik sebagai pelapis sepatu agar tahan air ?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui potensi kitin dan kitosan pada cangkang kepiting untuk
dijadikan plastik sebagai pelapis sepatu agar tahan akan air.
1.4 Kegunaan Penelitian
Dari hasil penelitian kami,
manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan karya
tulis ini adalah :
1. Menambah pengetahuan mengenai potensi kitin dan
kitosan pada cangkang kepiting.
2.
Sebagai dasar
penelitian lanjutan dalam membuat dan mengembangkan kitin dan kitosan untuk
dijadikan plastik sebagai pelapis sepatu agar tahan air.